Jumat, 10 Agustus 2012

1 nama

1 nama yang hampir 1 tahun ini selalu ada disana, di hati gw. 1 nama yang masih selalu membayang-bayangi. 1 nama yang selalu punya tempat khusus. 1 nama yang belum siap gw hapus dari sana, dari hati gw. semua berawal dari seringnya gw curhat sama "1 nama" soal mantan gw yang mutusin gw dengan semena-mena. hhaha distu sedihnya sedih banget. kuliah malem itu surem banget karna mesti ngeliat mantan gw di depan mata duduk sama cewe laen. eh gila banget rasanya. mata uda berlinang dan gw sms lha si 1 nama cuma untuk sekedar bilang kalo gw sedih banget. singkat crita kuliah selesai dan itu jam 8 malem. tabu untuk seorang wanita pulang jam 8 malam d kota ini apalagi naek angkot. katanya sih bahaya, ga sama kaya dulu d jakarta. tapi gw ga peduli karna justru saat2 naek angkot itu yang gw sering nikmatin pas lagi sedih. soalnya bisa nyolong2 nangis. hhaha. terus gw jalan ke gerbang depan kampus dan semua temen2 cewe gw panik karna gw ngilang gitu aja. dan disitu lha "1 nama" nanya k gw "pulang sama siapa din?" gw jawab aja "gampanglha.. paling ngangkot" dan di antara smua cowo sekelas yang peduli cuma dia.. bahkan mantan gw pun yang juga sekelas ga ada peduli sama sekali.. -,- surem sekali saudara2.. dan sejak malam itu... "1nama" mulai mendirikan rumah nya di sini, di hati gw...

Kamis, 18 Maret 2010

startifikasi sosial

Stratifikasi sosial adalah pengklasifikasian anggota/lapisan masyarakat secara vertikal.

Menurut Pitirim A.Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial adalah :

A. Ukuran kekayaan

Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, barang siapa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.

B. Ukuran kekuasaan dan wewenang

Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.
[sunting] Ukuran kehormatan

C. Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

D. Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

Rabu, 30 Desember 2009

SEJARAH KACAMATA

SEJARAH KACAMATA
Sejarah tertua berasal dari masyarakat di kota kuno Niniwe. Mereka mengenal kacamata sebagai kaca pembesar dengan bahan dasar bukan dari kaca melainkan Kristal. Bangsa Yunani juga mempunyai penemuan seperti itu yang berbentuk bola kaca yang berisi air. Melihat manfaat yang dimiliki kaca pembesar tersebut, pada tahun 1268 Roger Bacon, ilmuan berkebangsaan Inggris berpendapat lensa diperlukan sebagai alat optic. Namun tidak semua orang mau menempatkan Bacon sebagai orang yang menemukan kacamata, karena ada dua versi muncul mengenai siapa penemu kacamata antara Alesandro di Spina atau Florentine Salvina. Seiring berkembangnya waktu materi lensa pun berkembang yang mula-mula dari kuarsa selanjutnya dibuat dari lensa kaca. Namun beberapa decade terakhir, diperkenalkan pula lensa plastic. Tahun 1888 di Perancis diproduksi lensa kacamata dari plastic yang pertama sebagai alat kesehatan yang digunakan untuk penderita gangguan mata yang tidak mungkin lagi menggunakan kacamata lensa biasa. Namun hanya beberapa orang yang mau menggunakannya, karena saat dipasang lensa kontak menutupi seluruh bagian depan mata. Setelah 1 dekade berselang mulai lah diperkenalkan lensa kontak yang hanya menutupi kornea mata.

Senin, 21 Desember 2009

tugas pengantar bisnis...

1. Akuntansi dan Laporan Keuangan

1.1 Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengelompokkan, meringkas, mengolah dan menyajikan data transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya. Ilmu akuntansi digunakan hampir di seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk pengambilan keputusan. Sedangkan yang disebut laopran keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu yang digunakan untuk menggambarkan kinerja suatu perusahaan.

1.2 Fungsi Akuntansi
Fungsi utama akuntansi yaitu sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan ini kita bisa melihat posisi keuangan suatu organisasi serta perubahan yang terjadi di dalam perusahaan tersebut. Informasi keungan ini sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer atau manajemen untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan perusahaan itu.

1.3 Isi laporan keuangan
Laporan keuangan biasanya terdiri dari:
• Laporan laba rugi
• Laporan perubahan modal
• Laporan neraca keuangan
• Laporan perubahan posisi keuangan

1.4 Bentuk neraca
Contoh-contoh bentuk neraca : neraca saldo dan neraca lajur

1.5 Bentuk laporan keuangan
Contoh-contoh bentuk laporan keuangan : laporan laba rugi

2. Bisnis Internasional

2.1 Hakikat Bisnis Internasional
Bisnis internasional adalah kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas-batas suatu. Bisnis internasional juga bisa diartikan sebagai transaksi bisnis yang dilakukan suatu Negara dengan Negara lain.

2.2 Alasan Melaksanakan Bisnis Internasional
Bisnis Internasional selalu dilakukan karena pada dasarnya tidak ada satu Negara pun yang dapat mencukupi seluruh kebutuhan negrinya atas barang-barang atau produk yang dihasilkan Negara itu sendiri. Hal tersebut dikarenakan terjadinya penyebaran yang tidak merata baik dari sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Sehingga secara otomatis ketidakmerataan tersebut mengakibatkan keunggulan tertentu suatu Negara dengan sumber daya tertentu pula.

2.3 Hambatan dan Tahapan Bisnis Internasional
• Batasan perdagangan dan tariff bea masuk
• Perbedaan bahasa serta budaya
• Kondisi politik dan hokum perundangan-undangan yang berlaku
• Hambatan operasional

Tahapan-tahapan Bisnis Internasional
Secara kronologis tahapan dalam memasuki bisnis internasional adalah :
• Ekspor insidentil
Pada tahap ini terjadi pada saat oang asing datang ke Negara kita kemudian dia membeli barang dan kemudian kita diminta untuk mengirimkan barang itu ke Negara mereka
• Ekspor aktif
Bila tahap 1 sudah terjalin dan berlangsung secara kontinu dan makin aktif. Keaktifan tahap ini ditandai dengan bertambahnya barang-barang yang kita kirim lagi ke Negara lain bahkan berkembang dengan jenis komoditi yang dikirim juga semakin bervariasi.
• Penjualan lisensi
Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.
• Franchising
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu Negara tidak hanya menjual lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini dikenal sebagai bentuk "Franchising". Contoh konkrit nya adalah KFC (Kentucky Fried Chicken). Sedangkan di Indonesia contoh konkritnya adalah Es Teler 77.
• Pemasaran di Luar Negri.
• Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri

2.4 Contoh Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional adalah suatu perusahaan yang melaksanakan kegiatan secara internasional atau dengan kata lain melakukan operasinya di beberapa Negara. Perusahaan macam ini sering disebut Multinasional Corporations yang biasanya disingkat MNC. Contoh perusahaan multinasional ini misalnya: Coca Cola, Johnson & Johnson, IBM, Mitzubishi Electric, Toyota, Philips dari negeri Belanda, Nestle dari Switzerland, Unilever dari Belanda dan lnggris.

3. tanggung jawab sosial perusahaan

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

tugas pengantar bisnis...

Senin, 23 November 2009

Waralaba

Waralaba atau Franchising (dari bahasa Prancis untuk kejujuran atau kebebasan) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan Waralaba ialah:

Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.



Selain pengertian waralaba, perlu dijelaskan pula apa yang dimaksud dengan franchisor dan franchisee.

Franchisor atau pemberi waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya.
Franchisee atau penerima waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.

Sejarah Waralaba

Perusahaan Coca cola di Atlanta, ASWaralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh pewaralaba lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca Cola. Namun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors Industry ditahun 1898. Contoh lain di AS ialah sebuah sistem telegraf, yang telah dioperasikan oleh berbagai perusahaan jalan kereta api, tetapi dikendalikan oleh Western Union serta persetujuan eksklusif antar pabrikan mobil dengan dealer.


Waralaba saat ini lebih didominasi oleh waralaba rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restauran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restauran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS, menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J. Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis waralaba tidak mengenal diskriminasi. Pemilik waralaba (franchisor) dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SARA.

Jenis waralaba
Waralaba dapat dibagi menjadi dua:

Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba
(wikipedia.com)

TREND behel dikalangan kawula muda

MENJAGA penampilan gigi agar senantiasa rapi bagi kaum Hawa maupun pria dapat diatasi dengan mengenakan behel. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang tata letak giginya sudah bagus untuk mengenakan behel atau braces (kawat gigi).

Menurut Drg. Erni R. Kaligis, orthodontik merupakan ilmu yang identik dengan perawatan kawat gigi atau behel. Banyak alasan yang membuat mereka memutuskan untuk memasang behel. Mulai dari masalah karena gigi maju atau bertumpuk, tapi ada juga yang memakai behel hanya sebagai tren saja.

"Biasanya pasien memasang behel karena memiliki kondisi gigi maju (prostutif) atau crowding (bertumpuk). Ada juga kasus yang giginya telah rapi, tapi tetap mengenakan behel karena kurang Pede (percaya diri)," tutur Erni ketika dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Sabtu (15/3/2008).

Menurutnya, ada beberapa keuntungan mengenakan behel, yaitu gigi rapi sehingga paras menjadi lebih enak dilihat. Gigi rapi bisa menghindari tidak terjangkaunya sela-sela gigi pada saat menyikat gigi, gigi lebih bersih dan bisa merubah rahang yang asimetris akibat kecelakaan.

Meski behel dapat membantu seseorang untuk selalu tampil lebih percaya diri dan sehat, namun untuk memasangnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Menurut Erni, harga yang dipatok untuk masing-masing klinik bervariasi.

"Biaya untuk memasang behel itu bervariasi tergantung dari wilayah. Kalau di daerah Jakarta Pusat yang ditangani oleh dokter orthodontic khusus bisa sekira Rp 20 juta. Lain halnya dengan wilayah Jakarta Timur, memasang behel bisa dipatok Rp 10 juta. Sementara untuk daerah pinggiran, harganya lebih murah lagi. Namun tergantung dari masing-masing klinik," jelas almamater Universitas Trisakti yang membuka kliniknya di kawasan Jakarta Timur itu.

Setelah behel terpasang, lanjut wanita yang hobi melukis itu, ada perawatan yang per bulannya harus dilakukan oleh pasien. Hal ini dilakukan guna merawat dan menjaga penampilan behel agar senantiasa bekerja aktif. "Untuk perawatan behel juga bervariasi, mulai dari Rp 75 ribu (harga standar) sampai 500 ribu per satu kali kunjungan," papar wanita yang sering mengajar matematika untuk anak SMA itu.

Masih menurutnya, lama perawatan tergantung ringan atau berat kasus, bisa sekira satu tahun, bahkan lebih. Dengan catatan pasien rajin melakukan kunjungan sebulan sekali. "Lama perawatan pada setiap individu itu berbeda-beda, karena ada yang kasusnya berat dan ada yang ringan. Selain itu, keberhasilan perawatan ini tergantung pada kerjasama antara pasien dengan dokter," kata wanita yang gemar memasak dan main piano itu.

Menurutnya lagi, faktor terpenting yang harus diketahui sebelum memutuskan untuk menggunakan behel adalah cara Anda makan. "Sebaiknya saat masa perawatan harus menghindari makan yang keras atau makan buah yang digigit langsung oleh gigi," imbuhnya.

Uniknya, pemilihan warna dan bahan juga sangat beragam sesuai dengan keinginan Anda. Tetapi tentu saja harga yang dikeluarkan pun relatif lebih mahal dari biasanya. Bagaimana, tertarik?

(tty)(okezone.com)