Tampilkan postingan dengan label tugas pengantar bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas pengantar bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Desember 2009

SEJARAH KACAMATA

SEJARAH KACAMATA
Sejarah tertua berasal dari masyarakat di kota kuno Niniwe. Mereka mengenal kacamata sebagai kaca pembesar dengan bahan dasar bukan dari kaca melainkan Kristal. Bangsa Yunani juga mempunyai penemuan seperti itu yang berbentuk bola kaca yang berisi air. Melihat manfaat yang dimiliki kaca pembesar tersebut, pada tahun 1268 Roger Bacon, ilmuan berkebangsaan Inggris berpendapat lensa diperlukan sebagai alat optic. Namun tidak semua orang mau menempatkan Bacon sebagai orang yang menemukan kacamata, karena ada dua versi muncul mengenai siapa penemu kacamata antara Alesandro di Spina atau Florentine Salvina. Seiring berkembangnya waktu materi lensa pun berkembang yang mula-mula dari kuarsa selanjutnya dibuat dari lensa kaca. Namun beberapa decade terakhir, diperkenalkan pula lensa plastic. Tahun 1888 di Perancis diproduksi lensa kacamata dari plastic yang pertama sebagai alat kesehatan yang digunakan untuk penderita gangguan mata yang tidak mungkin lagi menggunakan kacamata lensa biasa. Namun hanya beberapa orang yang mau menggunakannya, karena saat dipasang lensa kontak menutupi seluruh bagian depan mata. Setelah 1 dekade berselang mulai lah diperkenalkan lensa kontak yang hanya menutupi kornea mata.

Senin, 21 Desember 2009

tugas pengantar bisnis...

1. Akuntansi dan Laporan Keuangan

1.1 Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengelompokkan, meringkas, mengolah dan menyajikan data transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya. Ilmu akuntansi digunakan hampir di seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk pengambilan keputusan. Sedangkan yang disebut laopran keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu yang digunakan untuk menggambarkan kinerja suatu perusahaan.

1.2 Fungsi Akuntansi
Fungsi utama akuntansi yaitu sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan ini kita bisa melihat posisi keuangan suatu organisasi serta perubahan yang terjadi di dalam perusahaan tersebut. Informasi keungan ini sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer atau manajemen untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan perusahaan itu.

1.3 Isi laporan keuangan
Laporan keuangan biasanya terdiri dari:
• Laporan laba rugi
• Laporan perubahan modal
• Laporan neraca keuangan
• Laporan perubahan posisi keuangan

1.4 Bentuk neraca
Contoh-contoh bentuk neraca : neraca saldo dan neraca lajur

1.5 Bentuk laporan keuangan
Contoh-contoh bentuk laporan keuangan : laporan laba rugi

2. Bisnis Internasional

2.1 Hakikat Bisnis Internasional
Bisnis internasional adalah kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas-batas suatu. Bisnis internasional juga bisa diartikan sebagai transaksi bisnis yang dilakukan suatu Negara dengan Negara lain.

2.2 Alasan Melaksanakan Bisnis Internasional
Bisnis Internasional selalu dilakukan karena pada dasarnya tidak ada satu Negara pun yang dapat mencukupi seluruh kebutuhan negrinya atas barang-barang atau produk yang dihasilkan Negara itu sendiri. Hal tersebut dikarenakan terjadinya penyebaran yang tidak merata baik dari sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Sehingga secara otomatis ketidakmerataan tersebut mengakibatkan keunggulan tertentu suatu Negara dengan sumber daya tertentu pula.

2.3 Hambatan dan Tahapan Bisnis Internasional
• Batasan perdagangan dan tariff bea masuk
• Perbedaan bahasa serta budaya
• Kondisi politik dan hokum perundangan-undangan yang berlaku
• Hambatan operasional

Tahapan-tahapan Bisnis Internasional
Secara kronologis tahapan dalam memasuki bisnis internasional adalah :
• Ekspor insidentil
Pada tahap ini terjadi pada saat oang asing datang ke Negara kita kemudian dia membeli barang dan kemudian kita diminta untuk mengirimkan barang itu ke Negara mereka
• Ekspor aktif
Bila tahap 1 sudah terjalin dan berlangsung secara kontinu dan makin aktif. Keaktifan tahap ini ditandai dengan bertambahnya barang-barang yang kita kirim lagi ke Negara lain bahkan berkembang dengan jenis komoditi yang dikirim juga semakin bervariasi.
• Penjualan lisensi
Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.
• Franchising
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu Negara tidak hanya menjual lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini dikenal sebagai bentuk "Franchising". Contoh konkrit nya adalah KFC (Kentucky Fried Chicken). Sedangkan di Indonesia contoh konkritnya adalah Es Teler 77.
• Pemasaran di Luar Negri.
• Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri

2.4 Contoh Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional adalah suatu perusahaan yang melaksanakan kegiatan secara internasional atau dengan kata lain melakukan operasinya di beberapa Negara. Perusahaan macam ini sering disebut Multinasional Corporations yang biasanya disingkat MNC. Contoh perusahaan multinasional ini misalnya: Coca Cola, Johnson & Johnson, IBM, Mitzubishi Electric, Toyota, Philips dari negeri Belanda, Nestle dari Switzerland, Unilever dari Belanda dan lnggris.

3. tanggung jawab sosial perusahaan

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

Senin, 23 November 2009

Waralaba

Waralaba atau Franchising (dari bahasa Prancis untuk kejujuran atau kebebasan) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan Waralaba ialah:

Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.



Selain pengertian waralaba, perlu dijelaskan pula apa yang dimaksud dengan franchisor dan franchisee.

Franchisor atau pemberi waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya.
Franchisee atau penerima waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.

Sejarah Waralaba

Perusahaan Coca cola di Atlanta, ASWaralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh pewaralaba lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca Cola. Namun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors Industry ditahun 1898. Contoh lain di AS ialah sebuah sistem telegraf, yang telah dioperasikan oleh berbagai perusahaan jalan kereta api, tetapi dikendalikan oleh Western Union serta persetujuan eksklusif antar pabrikan mobil dengan dealer.


Waralaba saat ini lebih didominasi oleh waralaba rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restauran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restauran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS, menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J. Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis waralaba tidak mengenal diskriminasi. Pemilik waralaba (franchisor) dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SARA.

Jenis waralaba
Waralaba dapat dibagi menjadi dua:

Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba
(wikipedia.com)

BENTUK-BENTUK BADAN USAHA

1.
Bentuk-bentuk badan usaha dapat dibedakan menjadi berikut ini.
a. Perusahaan perseorangan. Perusahaan yang dimiliki satu individu. Akan tetapi, dalam praktiknya badan usaha ini kerap kali merupakan perusahaan keluarga, yaitu perusahaan yang menggunakan seluruh atau sebagian anggota keluarga untuk menjalankannya.
b. Perusahaan Perkongsian. Perusahaan yang merupakan penggabungan dari beberapa orang. Ukurannya kecil dan relatif dapat dijalankan oleh para pemiliknya. Salah satu dorongan penting untuk mengembangkan perkongsian adalah untuk menggabungkan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pendirinya dan atau untuk melakukan usaha di bidang yang diminati bersama.
c. Perusahaan Perseroan Terbatas. Perusahaan yang digolongkan kepada Perseroan Terbatas adalah suatu unit kegiatan usaha yang didirikan sebagai suatu institusi badan hukum yang pendiriannya dilakukan melalui akte notaris, di mana suatu dokumen dikemukakan yang pada dasarnya mencantumkan tujuan pendirian, saham yang dikeluarkan, dan nama-nama pimpinan yang akan menjalankan usaha. Pemegang saham pada Perseroan Terbatas dianggap sebagai pemilik perusahaan, tetapi tidak ikut campur dalam menjalankan kegiatan usaha.
d. Badan Usaha Milik Negara. Beberapa bentuk Badan Usaha Milik Negara, antara lain (1) Perusahaan Jawatan atau Perjan; (2) Perusahaan Umum atau Perum; serta (3) Perusahaan Perseroan Terbatas Milik Negara.
e. Koperasi. Koperasi merupakan badan usaha yang tujuan utamanya bukan sekadar untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
f. Badan Usaha yang bukan mencari keuntungan (Non Profit Organization/Non Government Organization/Nirlaba). Terdapat juga badan-badan usaha yang tidak bertujuan untuk mencari keuntungan. Umumnya usaha seperti ini bergerak di bidang pendidikan dan rumah sakit.
2.

Aspek lain dari organisasi perusahaan sebagai bentuk kerja sama bisnis, antara lain berikut ini.
a. Perusahaan multinasional atau Multi National Corporation (MNC) adalah perusahaan besar yang mengembangkan anak perusahaannya di berbagai negara lain.
b. Joint Venture merupakan dua atau beberapa perusahaan, yang sepakat untuk mendirikan suatu perusahaan baru dengan kepemilikan bersama sebagai perusahaan patungan.
c. Akuisisi/pengambilalihan. Pengambilalihan adalah suatu tindakan perusahaan yang membeli perusahaan lain dengan cara membeli saham perusahaan itu. Dengan memiliki sebagian besar saham dalam perusahaan lain tersebut maka kita dapat menguasai perusahan tersebut.
d. Employee Stock Ownership Plan. Kesepakatan di mana perusaaan menyediakan bagian dari sahamnya untuk didistribusikan kepada karyawannya.
e. Privatisasi merupakan langkah sebaliknya dari nasionalisasi. Di mana pemerintah menjual perusahaan-perusahaan milik negara kepada pihak swasta. Kebalikan dari privatisasi, nasionalisasi, yaitu tindakan pemerintah suatu Negara untuk mengambil alih beberapa perusahaan milik swasta.
f. Investasi Langsung merupakan tindakan membeli atau mendirikan aset yang berwujud (tangible assets) di negara lain.
g. Franchising, yaitu tindakan memberikan hak kepada seseorang atau suatu perusahaan untuk beroperasi dan melakukan kegiatan seperti yang dilakukan oleh perusahaan yang mengeluarkan franchise ini.
h. Licensing, yaitu penggunaan suatu brand/merek produk yang telah terkenal dengan cara membeli hak penggunaan merek dari organisasi atau individu yang memilikinya.


Mengelola Bisnis melalui Manajemen yang Efektif

1.

Langkah awal dari suatu proses manajemen adalah penetapan tujuan yang ingin dicapai dan rencana strategis untuk mencapai tujuan tersebut.
2.

Penetapan tujuan bisnis dan strategi untuk mencapai tujuan akan sangat menentukan keberhasilan bisnis. Penetapan tujuan bisnis memiliki manfaat utama memberi arah dan pedoman bagi semua karyawan mengenai apa yang harus mereka lakukan. Penentuan tujuan akan membantu perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya yang dimiliki, membantu perusahaan untuk menentukan budaya dan etos kerja di perusahaan, dan membantu manajer/ pengelola bisnis untuk memberikan performa yang lebih baik dan mendapatkan penghargaan yang sesuai dengan hasil yang dicapai.
3.

Umumnya tujuan dibagi menjadi tujuan jangka panjang, menengah, dan tujuan jangka pendek.
4.

Untuk mengatasi ketidakpastian, perusahaan biasanya menggunakan contingency planning dan crisis management.
5.

Langkah penyusunan strategi perusahaan meliputi penetapan tujuan stratejik, melakukan analisis terhadap kondisi lingkungan eksternal dan kekuatan internal perusahaan, melakukan analisis terhadap kondisi internal perusahaan, dan memadukan kondisi lingkungan dengan organisasi untuk memperoleh strategi terbaik. Proses memadukan dan mendapatkan strategi ini merupakan langkah terpenting.
6.

Proses manajemen meliputi tahapan planning, organizing, directing, dan controlling.
7.

Ada tiga level dasar manajer, yaitu top manager, middle manager, serta first line manager.
8.

Bidang manajemen yang harus ditangani manajer meliputi antara lain manajer sumber daya manusia, manajer operasi, manajer pemasaran, manajer informasi dan teknologi/IT, manajer keuangan, dan bidang manajemen lain.


Kewirausahaan

1.

Kewirausahaan, yaitu perilaku yang mencakup perilaku berinisiatif (initiative taking), perilaku mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial dan ekonomi untuk mengubah sumber daya atau situasi praktis, serta perilaku menerima risiko atau kegagalan. Istilah tersebut diperkenalkan pertama kali oleh Richard Antillon pada tahun 1755. Istilah ini semakin populer setelah digunakan oleh pakar ekonomi J.B. Say untuk menggambarkan para pengusaha yang mampu memindahkan sumber-sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat produktivitas yang lebih tinggi dan menghasilkan lebih banyak lagi.
2.

Joseph C. Shumpeter mengatakan bahwa wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dan fungsinya adalah untuk melakukan inovasi atau menciptakan kombinasi-kombinasi baru. Wirausaha melakukan suatu proses yang disebut dengan creative destruction terhadap keseimbangan pasar. Inovasi yang diciptakan oleh wirausaha akan menghancurkan keseimbangan yang terdapat pada pasar untuk kemudian mencapai keseimbangan baru dengan keuntungan-keuntungan atas inovasi tersebut.
3.

Seorang wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkannya untuk peningkatan kesejahteraan diri, masyarakat, dan lingkungannya.
4.

Terdapat tiga aspek dasar yang ditekankan ketika Anda ingin menjadi seorang entrepreneur: melibatkan proses kreasi, pengorbanan waktu dan usaha, serta reward (hasil).
5.

Terdapat sembilan karakteristik tingkah laku seorang wirausaha, antara lain sifat instrumental, prestatif, keluwesan bergaul, kerja keras, keyakinan diri, pengambilan risiko, swakendali, inovatif, serta kemandirian.
6.

McClelland mengatakan bahwa wirausaha adalah orang-orang yang memiliki dorongan berprestasi yang kuat. Hal ini terlihat dari tingkah laku wirausaha, di antaranya kebutuhan berprestasi, rasa tanggung jawab yang tinggi, pemilihan risiko yang moderat, adanya persepsi terhadap keyakinan sukses, menghadapkan umpan balik sebagai dorongan, energik, berorientasi masa depan, memiliki keahlian organisasi, serta orientasi uang sebagai simbol keberhasilan.
7.

Steade, et.al. mengatakan bahwa terdapat 5 tingkah laku berkualitas dari wirausaha, purposeful, persuasive, persisten, persumptuous, dan perceptive.
8.

Terdapat faktor-faktor khusus dalam pembentukan sifat seorang wirausaha. Faktor tersebut adalah nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga kepada seorang anak.
9.

Intrepreneur merupakan wirausaha yang ada di dalam lingkungan perusahaan.
10.

Integritas merupakan persoalan krusial bagi keberhasilan pribadi dan bisnis. Banyak orang cenderung melihat faktor-faktor di luar diri mereka sebagai penyebab penyimpangan karakter. Padahal pengembangan integritas sebenarnya menjadi tugas dalam diri setiap orang.
11.

Tiga hal penting mengenai integritas yang berbeda dari pandangan umum, antara lain integritas tidak ditentukan oleh lingkungan, tidak berdasarkan kedudukan, dan tidak disamakan dengan reputasi.
12.

Pada umumnya wirausaha memiliki lima karakteristik, yaitu mereka sangat bersemangat dalam melihat atau mencari peluang-peluang baru dengan tetap selalu waspada, mengejar peluang dengan disiplin yang ketat, hanya mengejar peluang yang sangat baik dan menghindari mengejar peluang lain yang melelahkan diri dan organisasi mereka, fokus pada pelaksanaan khususnya yang bersifat adaptif, serta mengikutsertakan energi setiap orang yang berada dalam jangkauan mereka.
13.

Terdapat beberapa faktor yang memotivasi seseorang menjadi wirausaha, antara lain foreign refugee, corporate refugee, paternal refugee, feminist refugee, housewife refugee, society refugee, serta educational refugee.
14.

Usaha kecil adalah suatu bentuk usaha yang tidak bergantung pada pemilik dan manajemennya, serta tidak mendominasi pasar di mana ia berada (Lupiyoadi, 2004).
15.

Tiga aspek yang penting dalam menjelaskan kontribusi bisnis skala kecil ini bagi suatu negara, antara lain penciptaan lapangan kerja, inovasi, serta pengaruh bagi bisnis besar.
16.

Bentuk-bentuk usaha kecil yang populer, antara lain jasa, retailing, grosir/distribusi, agribisnis, serta produksi atau manufaktur.
17.

Beberapa alasan keberhasilan seorang wirausaha, antara lain kerja keras, kekuatan tekad, dedikasi, berhasil memenuhi permintaan pasar, juga mempunyai kemampuan manajemen.
18.

Beberapa alasan gagalnya usaha kecil, antara lain kurangnya pengalaman dan kemampuan dalam mengelola bisnis, lemahnya sistem kontrol, serta kurang modal.
19.

Usaha yang sedang berkembang pesat dengan pertumbuhan jumlah personel dan operasi pasarnya, perlu memformalkan perencanaannya karena beberapa hal, antara lain derajat ketidakpastian, tingkat persaingan, serta jumlah dan jenis pengalaman wirausaha (kurangnya pengalaman baik dalam teknologi maupun bisnis).
20.

Terdapat 5 langkah yang harus diikuti dalam perencanaan strategis, antara lain menguji/menganalisis lingkungan internal perusahaan dan lingkungan eksternal (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman), memformulasikan strategi perusahaan jangka panjang dan pendek (misi, tujuan, strategi, dan kebijakan), menerapkan rencana strategi (program, anggaran, prosedur), mengevaluasi kinerja strategi, melakukan follow up (menindaklanjuti) umpan balik atau feedback yang berkesinambungan.
21.

Terdapat 5 faktor pendorong kegiatan manajemen strategis suatu perusahaan yang sedang berkembang, antara lain permintaan akan waktu manajemen strategis, kecepatan pengambilan keputusan, problem politis internal, ketidakpastian lingkungan, serta visi wirausaha.
22.

Terdapat beberapa alasan yang menjadi penyebab perencanaan kurang baik, antara lain keterbatasan waktu, kurangnya pengetahuan, kurangnya keahlian atau keterampilan, kurangnya kepercayaan dan keterbukaan, adanya persepsi bahwa perencanaan itu berbiaya tinggi sehingga cenderung menghindari perencanaan.
23.

Michael E. Porter telah mencatat lima kesalahan fatal para wirausaha pada tahap pengimplementasiannya, antara lain salah memahami daya tarik suatu industri, tidak ada keunggulan kompetitif yang nyata, mengejar posisi kompetitif yang tidak terjangkau, mengompromikan strategi pertumbuhan, kegagalan dalam mengkomunikasikan strategi perusahaan secara terbuka kepada karyawannya.(MASSOFA.WORDPRESS.COM)

Selasa, 17 November 2009

2012..... oh 2012

bagi anda yang sedang membaca apa yang saya tulis... apakah anda sudah menonton film yang seddang superbooming d bioskop.....?????????

saya ingin sedikit membahas film ini... karena saya baru saja menontonnya...
sejauh ini menurut saya... ya jujur sich memang efeknya sangat keren... tapi terlalu berlebihan mungkin,, tapi saya maklum karena mungkin sutradara sangat ingin menampilkan...how is the real the end of the world...

tapi ada hal lain yang sebenarnya benar2 menarik perhatian saya.. yaitu tentang kebersamaan dalam keluarga.. dalam film ini benar2 memberitahu kita bahwa keluarga itu SANGATLAH BERHARGA.... karena sangat menyakitkan apabila kita tidak bisa bersama dengan keluarga kita di saat yang sangat kacau balau seperti yang digambarkan oleh si pembuat film...

saya pun tak dapat menahan tangis saya melihat adegan perpisahan antara ayah dan anak nya.. karena jujur saya pun tidak terlalu dekat dengan ayah saya...

film ini mengajarkan bahwa selagi kita masih mempunyai waktu untuk mengatakan betapa kita sangat menyayangi keluarga yang kita miliki.... just tell them... jangan menunggu sampai kehancuran dunia karena semua itu menjadi tidak berarti lagi....

film ini juga mengajarkan kita bahwa saling tolong menolong lha.. selagi kita masih bisa dan mempunyai kesempatan itu.. karena ketika kita berhenti untuk menolong sesama manusia.. maka itulah akhir dari kemanusiawian yang kita miliki.... seperti yang dikatakan dalam film ini...

untuk yang belum nonton.. film ini bagus untuk di tonton dan ga ada salahnya juga untuk di tonton... dan setelah menontonnya.. pikirkanlah apakah anda sudah mengatakan betapa anda menyayangi keluarga yang anda miliki????????????